Perubahan besar rasanya dating dalam sekejap setelah kehadiran anak dalam keluarga Anda. Kami berikan solusi untuk menghadapi perubahan yang tidak setiap ibu bisa mengatasinya dengan mudah.
Bayi bisa membawa banyak kepanikan. Jadi, apa yang harus Anda lakukan jika Anda adalah pasangan baru, orang tua baru, dan semua serba… baru? Simak beberapa saran dari pasangan dan pakar tentang cara menghadapi tantangan dari bayi yang baru lahir.
Tantangan No.1 : Keputusan Besar dalam Waktu Singkat
Anda harus membuat berbagai keputusan besar dalam waktu yang demikian sempit. Saat baru menikah, Anda dihadapkan pada pertimbangan : Di mana akan tinggal? Apakah akan menempati rumah baru atau tinggal bersama mertua? Apakah akan membuka rekening bersama di bank? Dan, jika Anda menambahkan komponen bayi pada pertimbangan-pertimbangan rumah tangga, keputusan yang harus Anda ambil pasti berlipat ganda.
Tiba-tiba Anda harus memutuskan hal-hal yang sama sekali tidak sederhana. Bukan sekedar siapa yang harus membersihkan kamar mandi, melainkan pertanyaan krusial, seperti pola membesarkan anak.
Solusi : Dengarkan pendapat pasangan.
Demi membuat keputusan yang bisa dijalani bersama, Anda perlu mempelajari kunci sukses komunikasi: Mau mendengarkan pendapat pasangan. Bukan hanya sebagai suami-istri melainkan sebagai orang tua. “Anda perlu mencari jalan keluar yang sesuai gaya Anda dan pasangan, meskipun Anda berdua memiliki pendekatan yang berbeda,” kata John Gray, PhD, penulis Children Are from Heaven.
Beberapa keputusan memungkinkan setiap orang tua bebas melakukan beberapa hal sesuai keinginan. Sebagai contoh, jika Anda tidak menemukan titik temu seputar jumlah permen yang boleh dimakan oleh anak, Anda bisa mencari solusi kreatif. Misalnya, membuat kompromi dan setuju bahwa anak-anak boleh makan sedikit permen saat sedang bersama ayah, tapi jika ibu yang sedang menjaga mereka, makan gula-gula sama sekali tidak diizinkan. Namun untuk isu-isu mendatar, seperti kedisiplinan, orang tua harus sepakat agar tidak menciptakan kebingungan di hadapan anak. Duduk bersama, merinci setiap masalah rumah tangga, mendengarkan perspektif tiap pribadi, dan Anda akan siap mencapai kompromi.
Tantangan No.2 : Romantisme Berkurang.
Romantisme yang dulu menggebu-gebu di antara Anda dan pasangan, berkurang drastic. Saat-saat romantic berdua dan kehidupan seksual yang jauh berkurang adalah kondisi yang sulit, terutama bagi pasangan baru yang rasanya belum puas menghabiskan waktu berdua dengan suami atau istri. Tiba-tiba aura romansa menghilang dari kehidupan Anda, berganti rutinitas yang melelahkan. Banyak pasangan yang harus rela berkorban demi menjaga romantisme setelah kelahiran si buah hati tidak lama setelah mereka menikah.
Solusi : Ciptakan momen special sekecil apapun.
Memang tidak mudah mencari kesempatan untuk menikmati makan malam romantic berdua seperti yang kerap anda lakukan beberapa bulan yang lalu. Tapi, penting bagi anda untuk mencari ide-ide baru seputar romantisme berdua dengan pasangan. Jika makan malam dirasa sulit, Anda bisa menciptakan momen romantic di rumah atau melontarkan kalimat-kalimat mesra kepada pasangan.
Tindakan Anda juga bisa dimaknai romantic oleh pasangan, misalnya menawarkan diri menjaga bayi sehingga pasangan bisa beristirahat sejenak adalah bagian dari romantisme baru yang bisa Anda ciptakan. Pikirkan hal-hal kecil namun istimewa untuk pasangan Anda (dan siapa tahu dia membalas suatu saat). Anda akan terkejut mengetahui kedekatan Anda dan pasangan.